Partai Besar Setuju Banyak Dapil
Sabtu, 19 April 2008
BATAM (BP) – Partai-partai besar di Batam lebih memilih sistem dengan banyak daerah pemilihan (dapil) di Pemilu 2009, dibandingkan dengan hanya empat dapil seperti Pemilu 2004, silam. Alasan mereka, dengan banyak dapil, keterwakilan kader di setiap kecamatan bisa terwadahi.Ketua DPC PDI Perjuangan Batam Ruslan Kasbulatov mengatakan, dengan banyak dapil, keterwakilan di tingkat kecamatan betul-betul terpenuhi. Dan juga Pemilu bisa lebih transparan.
Ketua DPD PKS Batam, Ricky Indrakari mengungkapkan hal senada. ”Prinsipnya, berapapun nanti jumlah dapil yang diterapkan, PKS siap. Namun, saya setuju dengan banyak dapil agar ada keterwakilan kader-kader di kecamatan,” tuturnya.
Terpisah, Ketua DPD PAN Batam AA Sany juga setuju dengan sistem banyak dapil alias lebih dari empat dapil. ”Saat ini, pertumbuhan penduduk Batam pesat dan ada pemekaran kecamatan. Saya setuju dapil dimekarkan. Itu juga lebih bagus buat partai-partai baru,” katanya.
Ketua DPC PPP Batam Irwansyah juga setuju. Menurutnya, selama ini ada keluhan dari masyarakat karena wakil mereka tak terpilih di Pemilu dengan sistem empat dapil. Dengan penambahan dapil, ada peluang kader partai di kecamatan bisa terpilih jadi anggota Dewan.
”Saya setuju dengan penambahan dapil, baik enam maupun delapan dapil,” tukasnya.
Akomodir ”Hinterland”
Meski dalam UU Nomor 10 Tahun 2008 dikatakan jumlah dapil mengikut pada pemilu 2004, namun terbuka mengusulkan dapil baru.
Apalagi, berdasarkan kajian KPUD Batam, ada kepentingan hinterland yang juga harus mendapat perhatian. Ditambah lagi, Batam sudah mengalami pemekaran dari 8 kecamatan menjadi 12 kecamatan.
Anggota KPUD Kota Batam, Erison mengatakan, pada pemilu lalu, yakni dengan empat dapil, kepentingan hinterland sedikit terkerdilkan. Misalnya, dapil Sekupang dan Belakangpadang disatukan. Ternyata saat pemilihan, lebih banyak terakomodir suara dari Sekupang. Begitu pula dengan dapil Seibeduk yang digabung dengan Bulang dan Galang. ”Yang naik lebih banyak dari Seibeduk,” ujar Erison.
KPUD membuat kajian sebaiknya dibentuk dapil khusus hinterland. Misalnya Bulang, Galang dan Belakangpadang dijadikan satu dapil. ”Supaya ada wakil hinterland yang naik,” katanya.
Sebelumnya, Ketua KPUD Kota Batam Tibrani menjelaskan, enam dapil yang diusulkan tersebut adalah Batam I (Dapil Belakangpadang, Bulang dan Galang) dan dapil lainnya. (med/ary)
No comments yet.


