Parpol Andalkan Sumbangan
Senin, 12 Mei 2008
BATAM (BP) Meski parpol-parpol yang memiliki kursi di DPRD Batam mendapatkan bantuan dari pemerintah, satu kursi Rp20 juta per tahun, dana bantuan itu belumlah mencukupi dana operasional sebuah parpol. Selain bantuan pemerintah, mereka mengandalkan sumbangan dari anggotanya dan pihak lain.Partai Golkar misalnya, menurut Ketua DPD Partai Golkar Batam Zainal Abidin, dana Rp100 juta per tahun yang didapatkan Golkar karena memiliki lima kursi di Dewan, belum cukup untuk menghidupkan roda organisasi partai. Karena itu, katanya, Golkar juga mengandalkan sumbangan dari para kadernya.
”Di Golkar ada sumbangan dari para kader. Dalam melaksanakan kegiatan-kegiatan seperti bakti sosial dan kegiatan spontan lainnya, sumbangan juga berasal dari berbagai kalangan yang tak mengikat. Kalau hanya mengandalkan bantuan pemerintah saja, tak cukup,” katanya.
Di PKS, malah kewajiban kader untuk menyumbang dana ke partai diatur lebih jelas lagi. Ada sumbangan dari pengurus di struktural partai, ada sumbangan dari kader dan sumbangan dari para anggota Dewan. ”Selama ini, para caleg dibiayai partai. Kalau jadi, anggota Dewan diberikan kesempatan menyalurkan haknya berinfak,” tuturnya.
Tentang dana bantuan dari pemerintah Rp120 juta yang didapat PKS, kata Ricky, akan didistribusikan ke DPC-DPC PKS. DPC itulah yang nantinya akan membagi dana itu ke masyarakat melalui program bakti sosial yang berkesinambungan.
Ketua DPC Partai Persatuan Pembangunan Batam Irwansyah juga mengatakan, PPP tak cukup mengandalkan dana bantuan pemerintah Rp80 juta per tahun. ”Kalau hanya untuk menyewa sekretariat mungkin cukup. Kalau untuk membiayai sosialisasi dan program ke masyarakat, jelas tak cukup,” katanya.
Lalu, dari mana PPP membiayai partainya agar bisa eksis? ”Dari sumbangan kader dan pihak lain yang tidak mengikat,” ujarnya. (med)
No comments yet.


