Ricky Indrakari

Blog Pribadi

Rama PKS Minta Abdul Hadi Ksatria

8/03/2009
INILAH.COM, Jakarta – Anggota Panitia Anggaran asal FPAN Abdul Hadi Djamal dinilai tidak ksatria karena menyebut-nyebut nama anggota Panitia Anggaran asal FPKS Rama Pratama. Padahal kasus yang menimpa Abdul merupakan masalah pribadi. Abdul pun diminta bersikap ksatria.

“Sebenarnya itu urusan pribadi soal kasus Abdul Hadi. Ya harus dipertanggungjawabkan secara ksatria,” ujar Rama yang juga anggota Komisi XI DPR ini dalam jumpa pers di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (18/3). Dia didampingi Ketua FPKS Mahfudz Siddiq.

Rama membenarkan semua proposal yang harus disetujui harus lewat DPR. Pernyataan Abdul pun betul mengenai stimulus bahwa semua fraksi harus membahasnya. Tapi harus dibedakan dengan kasus tender yang ditangani oleh broker Abdul Hadi.

Dirinya sebagai anggota Panitia Anggaran, lanjut Rama, punya hak untuk mengurangi ataupun menambahkan pembiayaan-pembiayaan dan relokasi dana. Namun dirinya tidak tahu persis bagaimana prosesnya, disetujuinya bagaimana, secara program atau keseluruhan, karena itu ada lobi di ruang pimpinan Panitia Anggaran DPR.

“Soal pertemuan di Hotel Ritz Carlton, kita tidak pernah ketemu. Saya tidak pernah tahu-menahu mengenai rapat itu, apalagi hadir. Jadi pernyataan Abdul Hadi tidak benar. Ini adalah fitnah. Harusnya fakta-fakta yang dibuktikan. Ini bukan masalah pribadi lagi karena sudah membawa PKS,” cetus Rama.

Semalam, sambung dia, dirinya rapat dengan DPP PKS mengenai kasus ini. Hasilnya, DPP PKS memback up dirinya sepenuhnya.

“Saya sangat terkejut dan heran atas pernyataan yang dikutip di beberapa media. Saya katakan dikutip karena belum konfirmasi langsung dengan Abdul Hadi. Kalau ada kerugian politik, kami berniat melakukan tuntutan atau somasi mengenai ini terhadap Abdul Hadi,” tandas Rama.

Abdul Hadi bersama pegawai Dephub Darmawati ditangkap penyidik KPK. Barang bukti berupa uang US$ 90 ribu dan Rp 54,55 juta yang ditemukan di mobil Honda Jazz yang ditumpangi Abdul dan Darmawati. Kemudian Komisaris PT Kurnia Jaya Wira Bakti Surabaya, Hontjo Kurniawan, ditangkap. Hontjo diduga sebagai pemberi suap untuk lobi pencairan dana stimulus proyek pengembangan fasilitas laut dan udara di wilayah timur Indonesia.

Abdul Hadi usai diperiksa KPK Selasa kemarin menyebutkan nama Rama dan Wakil Ketua Panitia Anggaran DPR asal FPD Jhonny Allen Marbun. Rama dan Jhonny disebut Abdul ikut menghadiri pertemuan di Hotel Ritz Carlton. Pertemuan itu untuk membahas kenaikan anggaran dana stimulus proyek pengembangan fasilitas laut dan udara wilayah timur Indonesia. Sebelumnya, dana yang disepakati Rp 10,2 triliun, kemudian dinaikkan menjadi Rp 12,2 triliun. [sss]

18/03/2009 - Posted by ricky04 | Inilah.com | | 2 Comments

2 Comments »

  1. Bersyukurlah Rama Pratama bertambah kepopularitasannya karena telah diberikan promosi iklan gratis yang terus-menerus ditayangkan di Televisi tidak perlu susah payah merogoh kantong.

    Masalah Abdul Hadi Djamal menyebut nama PKS dan Rama Pratama itu hanya bela diri untuk menguatkan dukungan kalau menganggap dirinyapun bersih bersama PKS. (memupus persepsi)

    Majulah PKS kemenangan Pemilu sudah didepan mata……….

    Comment by taUbat | 19/03/2009 | Reply

  2. “Hidup adalah perbuatan” Perbuatan ente (Hadi jamal), kok ane (Rama) yg dibawa-bawa.. :-)

    Comment by ricky04 | 20/03/2009 | Reply


Leave a comment