Tifatul: PKS Condong ke PD
20/03/2009
INILAH.COM, Medan – Presiden PKS, Tifatul Sembiring mengisyaratkan bahwa PKS lebih condong ke Partai Demokrat (PD) ketimbang ke PDIP dan Partai Golkar. Sebab kebanyakan kader PKS menolak berkoalisi dengan 2 parpol pemenang pemilu 1999 dan 2004 itu.
Hal tersebut disampaikan Tifatul ketika berkampanye di Lapangan Merdeka, Medan, Kamis (19/3). Kepada ribuan kader PKS, Tifatul menanyakan apakah PKS harus berkoalisi dengan PDIP atau dengan Partai Golkar pada pemilu presiden mendatang. Ribuan kader PKS serentak menjawab ‘tidak setuju!’.
Mendengar itu, Tifatul kembali bertanya apakah PKS harus berkoalisi dengan Partai Demokrat dan SBY. Dengan cepat ribuan kader PKS menjawab ‘setuju!’. “Nampaknya memang betul kader dan simpatisan partai menginginkan PKS berkoalisi dengan Partai Demokrat dan SBY,” ujar Tifatul yang disambut tiuh tepuk tangan kader PKS.
Mengenai koalisi dengan PD, lanjut Tifatul, akan ditindaklanjuti dengan komunikasi antar keduanya. Bahkan pertemuan antar pimpinan partai sudah berlangsung 2 kali. “Partai sudah beberapa kali bertemu, namun memang ada yang diungkap ke publik dan ada yang tidak,” cetusnya.
Tifatul menyatakan, dalam waktu dekat PKS akan bertemu langsung dengan SBY. “Sejauh ini koalisi memang baru sebatas dibicarakan di tingkat pimpinan partai. Tapi setelah ini akan kita tindak lanjuti lebih jauh melalui pertemuan dengan SBY. Kita akan bertemu dengan SBY,” tegasnya.
Tifatul menjelaskan bahwa sebagian kader partainya keberatan jika PKS berkoalisi dengan PDIP atau dengan Partai Golkar. Alasannya, karena PDIP terlalu memasang harga tinggi. Apalagi Megawati sudah dipastikan hanya mau menjadi capres, sementara Partai Golkar sendiri hingga kini belum solid.
“Dengan Demokrat dan SBY paling sedikit ‘barrier’ (rintangan) kita. Tapi segala sesuatunya tentu masih harus dikongkritkan lagi seusai pemilu legislatif nanti,” katanya.
Tifatul juga sempat mengklarifikasi berita yang menagatakan bahwa dirinya dan Hidayat Nur Wahid telah dilamar Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri sebagai cawapres. “Dalam adat orang Melayu laki-laki yang melamar, bukan sebaliknya. Saya menjawabnya diplomatis seperti itu,” katanya. [*/jib]
No comments yet.


